Movie Clip pada dasarnya memiliki properti yang dapat kita atur dari mulai transparan hingga visible. Properti tersebut dapat di perintahkan melalui button/ tombol yang kita sisipkan beberpa kode. Perintah untuk properti dapat di atur secara pasti, bertahap atau acak (random) kita lihat beberapa contoh di bawah ini:
This movie requires Flash Player 9
langkah #1
- Buat objek apa saja, dalam contoh berbentuk kotak gradasi merah untuk objek yang akan kita atur.
- Klik kanan pada objek tersebut, lalu klik Convert to Symbol pada box Type pilih (Movie Clip)
- Atau objek dalam kondisi terseleksi lalu tekan kyboard F8 , (beri nama Symbol yang unik dan berbeda) pada box Type pilih (Movie Clip) lalu tekan Ok
- Setelah convert Movie Clip isi kotak<Instance Name> pada panel Properties dengan nama unik, kali ini saya memberi nama sesuai dengan bentuk objeknya yaitu kotak. <Instance Name> berfungsi sebagai ID/tanda yang akan di panggil oleh button
langkah #2
- Buat objek apa saja, dalam contoh berbentuk kotak berwarna biru untuk button.
- Klik kanan pada objek tersebut, lalu klik Convert to Symbol pada box Type pilih (Button)
- Atau objek dalam kondisi terseleksi lalu tekan kyboard F8 , (beri nama Symbol yang unik dan berbeda) pada box Type pilih (Button) lalu tekan Ok
- Button dalam kondisi terseleksi lalu tekan F9 untuk menyisipkan script pada button tersebut, lihat kode di bawah ini:
code
keterangan: kode ini merubah objek secara periodik (setiap klik akan bergeser sebanyak 10 pixel dalam garis horizontal)
1
2
3
| on (release) {
kotak._x=kotak._x+10;
} |
keterangan: kode ini merubah objek langsung pada kordinat x 300
1
2
3
| on (release) {
kotak._x=300;
} |
keterangan: kode ini merubah objek secara acak pada kordinat x dengan lebar radius 300
1
2
3
| on (release) {
kotak._x=random (300);
} |
jika telah selesai lakukan TesMovie dengan menekan kyboarad CTR+Enter
silahkan berlatih merubah properti Movie Clip dengan mengikuti tabel properti di bawah ini. anda cukup mengganti script seperti dalam contoh.
tabel properti
| PROPERTY |
REFERENSI NILAI |
ARTI |
| _x |
_x adalah kordinat horizontal dihitung dengan nilai/ angka. Contoh penulisan: kotak._x= 50;
|
kotak(MovieClip) berada pada posisi 50pixel dari kiri stage (horizontal) |
| _y |
_x adalah kordinat horizontal dihitung dengan nilai/ angka. Contoh penulisan: kotak._y= 50; |
kotak(MovieClip) berada pada posisi 50pixel di atas stage (vertikal) |
| _xscale |
100% ukuran asli Movie Clip untuk skala horisontal . Contoh penulisan: kotak._xscale= 50; |
kotak(MovieClip) berubah 50% secara horizontal (menjadi lebar) dari ukuran asli |
| _yscale |
100% ukuran asli Movie Clip untukskala Vertikal.Contoh penulisan: kotak._yscale= 50; |
kotak(MovieClip)berubah 50% secara vertikal (menjadi lebih tinggi) dari ukuran asli |
| _width |
ukuran lebar yang dapat kita atur nilainya sesuai keinginan. Contoh penulisan: kotak._width= 50; |
kotak(MovieClip)berubah 50 pixel secara horizontal (menjadi lebar) |
| _height |
ukuran tinggi yang dapat kita atur nilainya sesuai keinginan. Contoh penulisan: kotak._width= 50; |
kotak(MovieClip)berubah 50 pixel secara vertikal (menjadi lebih tinggi) |
| _rotation |
rotasi/berputar memiliki nilai dari 0 (nol) hingga 180 bisa juga dengan nilai -180 untuk membaliknya. Contoh penulisan: kotak._rotation= 50; |
kotak(MovieClip) berubah 50 derajat |
| _alpha |
membuat objek menjadi trasparan. nilai 0 akan membuat Movie Clip benar-benar tidak telihat warnanya/wujudnya, dan nilai 100 membuat objek menjadi solid. Contoh penulisan: kotak._alpha= 50; |
kotak(MovieClip) taransparan 50% dari nilai solidnya |
| _visible |
membuat objek nampak atau hilang, nilai yang dapat di gunakan 1 untuk menampakkan objek, 0 untuk menghilangkan objek. bisa juga dengan true untuk menampakkan objek, falseuntuk menghilangkan objek. Contoh penulisan: kotak._visible= 0; atau kotak._visible= false; |
kotak(MovieClip) tidak akan terlihat |
Flash ActionScript 2
Level: ◘◘◘◘◘
Membuat animasi jarum jam yang berputar sendiri bisa dengan menggunakan teknik Motion Tween atau Classic Tween, namun hal tersebut pastinya banyak mengambil timeline yang panjang bahkan juga layer bertumpuk. Ada cara lain untuk mewujudkan hal itu dengan menggunakan sedikit script pada objeck seperti contoh di bawah ini:
This movie requires Flash Player 9
langkah #1
- Buat sebuah garis melalui Line Tool (N) yang akan menjadi jarum pendek
- Klik kanan pada garis tersebut, lalu klik Convert to Symbol
- Atau garis dalam kondisi terseleksi lalu tekan kyboard F8 lalu tekan Ok
- Pastikan Registration point berada pada posisi Top Center

Setelah garis tersebut menjadi Movie Clip dan dalam kondidi terseleksi tekan F9 untuk menyisipkan Script yang berada dibawah ini:
1
2
3
4
5
6
| onClipEvent(load){
this.rotation_speed = 1;
}onClipEvent(enterFrame){
this._rotation += rotation_speed;
} |
langkah #2
- Buat sebuah garis melalui Line Tool (N) yang akan menjadi jarum panjang dan beri warna yang berbeda sebagai tanda
- Klik kanan pada garis tersebut, lalu klik Convert to Symbol
- Atau garis dalam kondisi terseleksi lalu tekan kyboard F8 lalu tekan Ok
- Pastikan Registration point berada pada posisi Top Center
- Setelah garis tersebut menjadi Movie Clip dan dalam kondidi terseleksi tekan F9 untuk menyisipkan Script yang berada dibawah ini:
1
2
3
4
5
6
7
| onClipEvent(load){
//rotation_speed = 12 berfunsi untuk mempercepat jarum yang panjang
this.rotation_speed = 12;}
onClipEvent(enterFrame){
this._rotation += rotation_speed;
} |
langkah #3
- lakukan Align untuk kedua garis tersebut agar sejajar menjadi Center Top
- tekan Alt+Ctrl+4 untuk rata atas (Top) dan tekan Alt+Ctrl+2 untuk rata tengah (Horizontal Center)
jika telah selesai lakukan TesMovie dengan menekan kyboarad CTR+Enter
Flash ActionScript 2
Level: ◘◘◘◘◘
Sebuah button/tombol dapat mengendalikan banyak objek (Movie Clip) dengan menyisipkan beberapa perintah dalam tombol tersebut. Kali ini kita mencoba membuat sebuah latihan kecil ketika ketika RollOver beberapa objek akan merotasi secara acak (random) hingga 45 derajat. seperti contoh dibawah ini:
This movie requires Flash Player 9
langkah #1
- Buat 3 bentuk objek apa saja, dalam contoh berbentuk bintang, oval, kotak
Convert masing-masing objek menjadi sebuah Symbol (Movie Clip)
- Klik kanan pada objek tersebut, lalu klik Convert to Symbol
- Atau objek dalam kondisi terseleksi lalu tekan kyboard F8 , (beri nama Symbol yang unik dan berbeda) lalu tekan Ok

langkah #2
Setelah convert Movie Clip isi kotak <Instance Name> pada panel Properties dengan nama unik, kali ini saya memberi nama sesuai dengan bentuk objeknya, bintang, oval, kotak

langkah #3
Buat sebuah objek dan Convert menjadi sebuah Button/tombol.
Button dalam kondisi terseleksi lalu tekan F9 untuk menyisipkan script pada button tersebut

code
1
2
3
4
5
| on (rollOver) {
bintang._rotation=random (45);
oval._rotation=random (45); kotak._rotation=random (45);
} |
jika telah selesai lakukan TesMovie dengan menekan kyboarad CTR+Enter
Flash ActionScript 2
Level: ◘◘◘◘◘
Biasanya untuk mengatur sebuah objek(MovieClip), dibutuhkan button yang diberi perintah (Action Scrip) sebagai pemicu untuk mengendalikannya. Namun bagaimana jika MovieClip itu juga yang menjadi sebuah button sekaligus memerintahkan dirinya sendiri; misalnya ketika RollOver (Mouse masuk kedalam area objek / MovieClip) menjadi bergeser secara acak mengikuti kordinat _x dan _y, atau perintah lainnya. contohnya seperti di bawah ini:
This movie requires Flash Player 9
langkah #1
- Setting stage 500px x 160px dengan FPS:32 (animasi berjalan halus)
- Buat sebuah objek berupa lingkaran atau apa saja
- Klik kanan pada objek tersebut, lalu klik Convert to Symbol
- Atau objek dalam kondisi terseleksi lalu tekan kyboard F8
- Keluar dialog box Convert to Symbol
- Isi nama Symbol dengan nama yang mudah, pada kolom Type pilih Movie Clip kemudian tekan Ok

langkah #2
Setelah convert Movie Clip isi kotak <Instance Name> pada panel Properties dengan nama unik, kali ini saya memberi nama
bulet 
langkah #3
- Buat sebuah Layer untuk menyimpan script/perintah
- Copy code dibawah ini dan paste dalan layer1

code
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
| //mengimport transisi dari flash
import mx.transitions.Tween;
import mx.transitions.easing.*;// memberi perintah pada MovieClip
//sekaligus memberi fungsi sebagai button
bulet.onRollOver = function() {
//menganimasikan
var xposisi:Tween = new Tween(bulet, "_X", Regular.easeInOut, 0, Math.random()*500, 1, true);
var yposisi:Tween = new Tween(bulet, "_y", Regular.easeInOut, 0, Math.random()*160, 1, true);
}; |
jika telah selesai lakukan TesMovie dengan menekan kyboarad CTR+Enter
Demokrasi Gambar
Pemilu memang menjadi hal yang memikat di Negara ini. Kita memang masih meraba-raba mimpi, yah itulah tawaran demokrasi. Sebuah cita-cita luhur yang terus di suarakan. Betul bangsa ini telah berubah dalam sistem demokrasinya, membolehkan pemilihan langsung untuk legislatif dan eksekutif. Terlebih adanya otonimi daerah yang memungkinkan pemilihan umum di berbagai tingkat struktur daerah. Menghabiskan anggaran yang luar biasa besar untuk sebuah acara demokrasi.
Zaman orde baru politik begitu suram dan menegangkan, tapi saya tidak bahas kebijakan politiknya namun suasana kampanye saja. Waktu itu saya masih SD tapi ingat betul kampanye tak lebih dari atribut partai yang di selebarkan melalui flyer hasil fotokopi di temple di rumah-rumah penduduk (denan paksa), kaos yang dibagikan gratis, spanduk juga media lainnya, namun di buat dengan teknologi yang sederhana. Tidak ada iklan partai di televise sebab pada waktu itu hanya ada TVRI yang tidak menayangkan iklan.

salah satu cuplikan gambar iklan tv anti korupsi Partai Demokrat pada saat kampanye tahun 2008
Seiring dengan kemajuan teknologi dan didukung kebijakan politik yang mulai terbuka, kini alat dan media kampanye bagi seorang polotikus yang ingin maju semakin bervariasi, dari muali iklan TV, Koran, website, dan tentunya paling sering kita lihat para politikus memajang wajahnya di pinggir-pinggir jalan. Mengunakan media digital print outdoor, dari ukuran kecil bagi calon pas-pasan hingga ukuran yang tidak terhingga atau minimal memasang baliho di tiap sudut.
Pada musim kampanye dapat dipastikan otak ini akan pusing menerima informasi dari para calon wakil rakyat atau kepala pemerintahan. Ribuan ekspresi wajah di tawarkan memenuhi jalan jalan, di paku di pohon-pohon, ditancapkan di atas bukit, mendadak Negara ini jadi album raksasa. Ke-meriahan wilayah semakin tampak nyata namun kumuh terasa, penempelan alat-alat pengenal calon bertebaran sembarangan. Bak SPG genit, bersolek, merayu orang-orang yang lewat.
Saat ini kandidat masih merasa yakin dengan membuat media peraga berupa baliho, sapanduk, poster, kaos dan media konvensional lainnya dapat memikat audience untuk memilihnya kelak. Desain baliho di buat semenarik mungkin, bahkan bagi kandidat yang sudah sadar dengan citra, mereka mengontrak biro, konsultan, desainer berkelas, menyewa fotografer profesional dalam menangani masalah ini. Tapi bagi calo yang belum faham dan pas-pasan biasanya mereka sudah cukup gembira dengan menempelkan foto hasil bidikan kamera poket, kamera dari handphone, atau merepro dan scan foto yang dianggap paling bagus dan di tempel dalam media-media tersebut.
Rami-ramai menawarkan janji dan tampang yang di poles dengan berbagai gaya seperti, gaya kesolehan sambil mengenakan peci, jilbab, baju koko tak lupa tangan melambai atau merapatkan kedua tangan seperti memberi salam. Lalu di bawah foto terdapat tulisan janji dan slogan, atau singkatan dari pasangan calon. Jangna lupa bahwa tidak hanya gaya kesolehan-solehan yang biasa kita jumpai pada masa kampanye, banyak juga kandidat memasang foto mereka dengan memiliki ekspresi kurang memikat, niat hati ingin berkesan wibawa namu terlihatnya jadi galak, aneh, dan tidak nyambung. Yang jelas kita akan menemukan foto-foto di pinggir jalan dengan wajah asing dan tiba-tiba muncul menawarkan banyak hal.

Dua atribut kampanye milik pasangan Irwandi Yusuf- Muhyan Yunan, Calon Gubernur Aceh dan milik pasanangan Mawardi Ali-Marwan Abdullah, Calon Bupati Aceh Besar. (Pikiran Merdeka/Juli Amin)
Ada yang menarik ketika saya melihat sebuah baliho dari seorang yang ingin menjadi anggota dewan untuk tingkat kabupaten. Dalam baliho itu terdapat gambar calon presiden dari partai tersebut dengan porsi gambar lebih besar dan di simpan paling atas seolah menjadi background, lalu gambar ketua umum partai, gambar pipmipnan wilayah, gambar pipmipnan daerah, dan terahir paling bawah dan kecil adalah gambar sang calon itu sendiri. Saya fikir ini lucu dan mengelikan sebab foto si calon itu lebih kecil padahal dia yang harus membayar ongkosnya.
Hal memperihatinkan dari pesta pora ini adalah kesemrawutan, gangguan, dari media peraga kampanye yang mengabil kenyaman masyarakat dan lingkungan, hiruk pikik gambar ini membuat polusi visual bagi masyarkat yang mengunakan fasilitas umum. Begitu sembarangan menemplkan dan menyipan media kampanye justru membuat hilangnya rasa simpatik rakyat pada sang calon. Terlebih jika telah usai gambar tersebut menjadi sampah yang dibiarkan hilang dengn sedirinya, atau merepotkan para petugas ketertibah dan kebersihan untuk membereskan sisa-sisa kampanye. Tapi kandang tidak sampai ahir kampanye baliho-baliho biasanya sudah di kebiri oleh tangan-tangan jahil atau pendukung dari lawan politik yang menyobek, merusak, membakar dll.
Sepertinya para politikus berfikir dengan tampang yang selalu “nyengir” di baliho dan media informasi kampanye akan cukup membuat masyarakat terpesona? padahal rakyat menuntut mereka untuk bekerja dengan baik, menjadi pelayan rakyat sejati bukan dipilih untuk menjadi selebritis dadakan. atau kita akan terjebak dalam demokrasi gambar yang serba dipoles oleh tukang setting photoshop
bersambung